Jumat, 14 April 2017

Kisah Mahasiswi PSK/Wanita Penghibur/Wanita Panggilan/Ayam Kampus



Jum’at Lalu tepatnya, saya terkejut sekali mendengar pengakuan teman saya terkait penyakitnya ini. Dia secara terbuka tapi tertutup menceritakan semuanya pada saya. Maksudnya begini, tiba-tiba saja dia meminta untuk bertemu dengan saya di tempat kosnya yang waktu itu sedang sepi. Dia tampak sedih sekali saya kira habis diputuskan pacarnya atau sekedar telat datang bulan dan takut hamil. Ternyata tidak, selama sebulan ini dia menyimpan aibnya sendiri rapat-rapat. Yang membuatnya semakin lama semakin menumpuk stress dan menyebabkan depresi baginya.

Dia(teman saya ini) sebut saja namanya Bunga(bukan nama asli), menangis sejadi-jadinya memeluk saya erat dan memohon pada saya untuk meneruskan kisah pribadinya ini untuk publik melalui blog saya ini(karena dia tau saya seorang blogger dan aktif di dunia maya). Tujuannya tidak lain adalah untuk ‘Mencegah’ terjadinya hal yang sama sepertinya dan agar menjadi pelajaran bagi khalayak yang membaca tulisan ini. Berikut ini yang diutarakan Bunga ;

“Aku menyesal sejadi-jadinya, kamu tau kan kehidupan di kota ini seperti apa. Tas branded, gadget terbaru, fashion terbaru, sepatu branded. Semua tak bisa ditinggalkan, terutama di kampus kita yang terkenal mahasiswanya adalah kaum elite(tidak semua namun kebanyakan). 
Aku HARUS memiliki keunggulan Brain, Beauty or Money. 
Aku tak sepintar kamu(saya/pemilik blog ini),
Cantik juga tidak, 
Money? Orangtuaku harus banting tulang ngalor ngidul dulu buat biaya kuliahku. 

Aku tak bisa hanya mengandalkan uang dari mereka. Aku ingin sekali bisa memiliki banyak teman seperti kamu dan yang lain, tidak dikucilkan di kelas. Bukan seperti ‘babu’ yang dibutuhkan saat saat mereka kepepet. Aku punya kenalan orang dalam(dunia 18+) aku tergiur pekerjaan darinya mulai dari menemani karaoke dan terkadang sampai berakhir di ranjang.
Di jadwal kuliah yang padat berkerja paruh waktu terasa tak sebanding gajinya. Dengan (maaf)menjual jasa sebagai penghibur lelaki aku bisa mendapat berkali kali lipat bayaranya, hanya dengan ‘menemani’ mereka satu atau dua jam lebih. Setiap uang yang ku dapat aku gunain buat beli tas, baju, sepatu, make up dan segala kebutuhan yang dapat menunjangku sebagai mahasiswa yang tergolong kekinian(*baca;gaul). Aku gak perlu lagi meminta uang saku yang kurang terus menerus ke orangtuaku.

Aku kira banyak untung tapi malah buntung sekarang, iya aku sekarang bingung harus mencari uang kemana. Tauku cara mencari uang dengan cepat hanya ‘itu’. Aku butuh banyak uang sekarang ini untuk mengobati Penyakit Menular Seksual yang sedang ku derita. Aku tak menyangka ini terjadi.  
Aku pikir resiko ML Cuma hamil diluar nikah sama HIV/AIDS yg bisa aku cegah pakek kondom dan pil KB. 
Ternyata tidak, karena kulit kami tetap bersentuhan langsung bersatu padu dalam cumbu. Pelangganku tidak ‘sakit’ sepertinya, tak ada bau atau hal mengganjal lain. Tapi aku ingat betul dia(pria hidung belang) bercerita tentang mantannya yang (maaf)kelaminnya bau, bau sekali bahkan katanya. Aku sempat bangga dan merasa tinggi saat dia memujiku “Kamu bersih, aku suka. Gak kayak punya mantanku yang bau.” Ternyata ketinggianku mengantarku pada virus penyebab PMS. 

Kondom hanya menutupi ujung sampai batangnya saja, sedangkan kulit pangkal kami bersentuhan, dan Virus penyakit menular seksual pun menginfeksiku

Tidak selalu yang kelihatan bersih dan tak berbau itu BERSIH. Karena virus ini bisa muncul tanpa gejala. Buktinya, aku seorang wanita penghibur baru yang begitu teliti melihat dan memilah pelanggan yang kurasa dan kulihat ‘bersih’ tetap terinfeksi virus ini dan menimbulkan gejala tak nyaman luar biasa.

Biaya pengobatan PMS bukan hanya secuil nominal saja, PMS jenis apapun itu memang selalu memakan biaya. Apalagi jika sudah terinfeksi akan sulit sembuh. Aku jadi ragu mau berhubungan badan dengan suamiku kelak, karena takut dia kenapa-kenapa. Percaya diriku turun drastis. Aku baru ini merasakan kotor, kotor sekali seperti tak seorangpun menginginkanku. Aku harus bagaimana? Aku ingin mati saja ! Kenapa hanya aku yang menderita penyakit seperti ini sedangkan mereka(ayam kampus lain) tidak. Aku mohon kamu share kisahku ini, barangkali mereka baca dan tidak menyesal sepertiku. Mungkin sudah banyak yang terinfeksi diluar sana dan siap menular ke orang lain melalui hubungan seksual ilegal. “

Cerita tersebut hanyalah sebagian dari kisah prostitusi yang ada di sekitar kita, semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa lebih baik tidak melakukan hubungan seksual secara bebas/ilegal. Lebih baik persiapkan diri dengan ‘tetap bersih hingga waktunya tiba’ untuk calon pasangan Anda kelak. Aborsi, menggunakan kondom atau pil KB ‘BUKAN HAL YANG DAPAT DIANDALKAN’ ! Wallahu’alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar